Aparat pukul mundur massa aksi hingga lingkungan kampus unisba

SAFFARZINE.COM, BANDUNG — hari kedua aksi masa mendesak dicabutnya undang-undang omnibuslaw ciptakerja diwarnai kembali dengan kericuhan.
kericuhan bermula ketika massa yang sejak jam 11.00 WIB menggelar aksi meminta untuk bertemu dengan anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi nya langsung, namun tak kunjung terpenuhi.

hingga akhirnya pada pukul 16.30 massa yang kesal karena tidak dipersilahkan untuk masuk, kemudian memaksa masuk dengan mendorong-dorong pagar yang dijaga ketat oleh aparat yang bersenjata lengkap.

ketika pagar sudah berhasil terbuka, sebagian massa sempat masuk ke halaman gedung DPRD namun langsung di pukul mundur oleh aparat dengan menembakan water canon dan gas airmata, massa pun berhamburan ada yang lari ke arah jalan trunojoyo dan ada yang ke arah jembatan pasopati.

aksi kejar-kejaran antara aparat dan peserta unjuk rasa tidak berhenti sampai di sekitar gedung DPRD, aparat memukul mundur massa hingga ke jalan Ir H Djuanda,masa pun kemudian berlarian menuju lingkungan kampus unisba yang menjadi titik evakuasi para peserta aksi.

namun sangat disayangkan menjelang adzan isya polisi terus memukul mundur massa aksi yang sedang beristirahat depan fakultas mipa unisba hingga terus mundur sampai ke depan fakultas kedokteran unisba.

aparat terus menembakan gas air mata dari sebelah gedung dekanat unisba ke arah tugu toga depan fakultas kedokteran unisba, hingga security unisba terpaksa turun ikut membantu memadamkan gas air mata dengan menyiramkan air.

setelah keadaan disekitar lingkungan kampus kondusif, ditemukan beberapa selongsong gas airmata jenis CS (chlorobenzylidene malononitrile) tepat di depan fakultas kedokteran unisba.

dan dikabarkan korban yang di evakusi karena sesak, luka-luka dan pingsan yang diketahui datanya berjumlah 52 orang , korban dilakukan perawatan oleh anggota medis di kampus unisba dan di kampus unpas jalan tamansari.

baca juga : http://www.saffarzine.com/omnibuslaw/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *