meluruskan dan merapatkan shaf, harus saling menempelkah ?

meluruskan dan merapatkan shaf, harus saling menempelkah ?

dalam melaksanakan shalat berjamaah kita di tuntut untuk memenuhi beberapa persyaratan agar shalat berjamaah tersebut sah, diantaranya yaitu merapatkan dan meluruskan shaf. hal ini berdasarkan hadits nabi :

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ , فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاةِ
“Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf adalah kesempurnaan shalat” (HR. Bukhari no.690, Muslim no.433).

وَعَنْ أَنَسٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( رُصُّوا صُفُوفَكُمْ ، وَقَارِبُوا بَيْنَهَا ، وَحَاذُوا بِالأعْنَاقِ؛ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إنِّي لأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ ، كَأَنَّهَا الحَذَفُ )) حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ أبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ .


Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rapatkanlah shaf kalian, dekatkanlah di antara shaf-shaf, dan sejajarkanlah tengkuk-tengkuk kalian. Demi Allah yang diriku ada pada tangan-Nya, sesungguhnya aku melihat setan masuk ke sela-sela shaf, seperti domba kecil.” (HR. Abu Daud, shahih dengan sanad sesuai syarat Muslim)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا : أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( أَقِيْمُوا الصُّفُوفَ ، وَحَاذُوا بَيْن المَنَاكِبِ ، وَسُدُّوا الخَلَلَ ، وَلِيَنُوا بِأيْدِي إِخْوَانِكُمْ ، وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ ، وَمَنْ وَصَلَ صَفّاً وَصَلَهُ اللهُ ، وَمَنْ قَطَعَ صَفّاً قَطَعَهُ اللهُ )) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Luruskanlah shaf-shaf kalian, ratakanlah pundak-pundak kalian, isilah shaf yang kosong, bersikap lemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian, dan janganlah kalian biarkan shaf kosong untuk diisi setan. Barangsiapa yang menyambungkan shaf, Allah pasti akan menyambungkannya dengan rahmat Allah dan barangsiapa yang dengan sengaja memutuskan shaf, Allah pasti akan memutuskannya dengan rahmat Allah .” (HR. Abu Daud, sanadnya hasan) [HR. Abu Daud, no. 666; An-Nasa’i, no. 820. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].

haruskah menempel antara jamaah yang satu dengan jamaah yang lainnya ?

dewan hisbah persatuan islam menyatakan dalam fatwa nya bahwa yang di maksud merapatkan shaf bukan berarti harus saling menempel antar kaki dengan kaki, bahu dengan bahu, namun yang di maksud dengan rapat disitu adalah dengan tidak merenggangkan shaf serta mengisi celah-celah antara jamaah yang satu dengan jamaah yang lainnya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Menempelkan mata kaki satu dan lainnya tak ragu lagi ada dalilnya dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Karena dahulu mereka meluruskan shaf dengan merapatkan mata kaki mereka dengan lainnya. Jadi lurusnya shaf didapati dengan menempelkan mata kaki satu dan lainnya. Ini dilakukan ketika membuat shaf dan orang-orang telah berdiri. Jadi menempelkan tadi dengan maksud untuk membuat shaf lurus saja. Bukanlah maknanya harus menempelkan dengan rapat yang terus dituntut dilakukan sepanjang shalat. Termasuk bentuk berlebihan yang dilakukan oleh sebagian orang adalah menempelkan mata kaki dengan mata kaki saja yang dicari sedangkan untuk pundak terdapat celah. Seperti ini malah menyelisihi ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang dimaksud merapatkan di sini adalah antara pundak dan mata kaki itu sama.”

kesimpulan :

  1. maka dengan memperhatikan dalil dan penjelasan para ulama merpatkan shaf ketika shalat bukan berarti harus saling menempel antara jamaah yang satu dengan jamaah yang lainnya
  2. menempelkan mata kaki dengan mata kaki , bahu dengan bahu adalah sebuah metode yang di lakukan sebelum shalat berjamaah di mulai agar shaf lurus dan rapat

wallahu a’lam

Referensi :

  1. https://www.persis.or.id/dewan-hisbah-pp-persis-keluarkan-panduan-ibadah-dalam-kondisi-pandemi-covid-19
  2. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=9912
  3. http://www.saffarzine.com/bolehkah-merenggangkan-shaf-shalat-ketika-wabah/

One thought on “meluruskan dan merapatkan shaf, harus saling menempelkah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *