Omnibuslaw disahkan, tagar tolakomnibuslaw dan mositidakpercaya trending topik di media sosial. DPR mewakili suara siapa ?

tok .. RUU omnibuslaw cipta kerja resmi disahkan oleh DPR menjadi Undang undang (UU) pada rapat paripurna, senin (15/10/20). disahkannya UU ini langsung menjadi trending topik baik di instagram maupun di tweeter, namun yang menarik trending topik ini berisikan tagar #tolakonibuslaw dan #mositidakpercaya yang tentu sangat kontradiksi lembaga DPR sebagai wakil rakyat namun dalam kebijakannya bertentangan dengan aspirasi rakyat

dari 9 fraksi partai yang duduk di balai legislasi hanya 2 fraksi partai yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan partai Demokrat yang secara tegas menolak di sahkannya RUU Omnibuslaw.

dalam akun resmi instagramnya, PKS memberikan pandangan bahwa RUU omnibuslaw ciptakerja ini dinilai tidak tepat membaca situasi, tidak akurat dalam diagnosis, dan tidak pas dalam menyusun resep.

meski yang disebutkan adalah soal investasi, pada kenyataannya persoalan yang hendak diatur dalam omnibuslaw bukanlah masalah-masalah utama yang selama ini menjadi penghambat investasi. contoh ketidaktepatan ini adalah formulasi pemberian pesangon yang tidak didasarkan atas analisa yang komperhensif.hanya melihat pada aspek ketidakberdayaan pengusaha tanpa melihat rata-rata lama masa kerja pekerja yang di phk. sehingga nilai maksimal pesangon itu semestinya tidak menjadi momok bagi pengusaha.

belum lagi pasal-pasal lainnya yang merugikan masyarakat seperti diantaranya ancaman terhadap kedaulatan negara melalui pemberian kemudahan kepada pihak asing, memuat pengaturan yang berpotensi menimbulkan keruskan terhadap kelestarian lingkungan hidup, memberikan kewenangan yang sangat besar bagi pemerintah, belum lagi dihilangkannya cuti bagi perempuan yang melahirkan dan masih banyak lagi pasal-pasal yang dinilai merugikan masyarakat.

meskipun polri menghimbau untuk tidak melakukan unjuk rasa namun dikabarkan ribuan lapisan masyarakat dari berbagai aliansi akan tetap melakukan demo besar-besaran yang akan dilakukan pada tanggal 6-8 Oktober 2020 menuntut untuk dihapuskan nya UU omnibuslaw yang dinilai menguntungkan para investor dan merugikan masyarakat baik dalam aspek ketenagakerjaan hingga aspek lingkungan

referensi :

https://www.instagram.com/fraksirakyat_id/
https://www.instagram.com/p/CF60_5Yl2Um/

baca juga http://www.saffarzine.com/suara-musik-dari-masjid-pesantren-pajagalan-1-2-adalah-fitnah//

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *